JANJI SANG PENDUSTAOleh Vera oktavianti
Bunga ..kau berjalan didalam kabut malam tanpa arah
Menyusuri sisi – sisi jalan tak bertepi
Membiarkan kaki- kaki telanjangmu berdarah
Menapaki terjal dan curamnya jalan hidup seorang diri
Menjadikan hati lembutmu kian membeku menahan lara
Menyisakan perih di dinding- dinding perasaan polosmu
Membuat makna cinta tak berarti untuk kau pahami
Malam larut , terasa akrab berteman kabut
Jalanan kian menyepi, membungkam kekalutan hati
Tak tahu harus kemana menyandarkan lelah
Tiang-tiang peyanggah kepercayaan sudah musnah karna dusta
Kunang-kunang meredup redamkan cahaya malam
Seolah gambaran semu akan arti kesetiaan
Mengaburkan harapan kebahagiaan cinta penuh janji
Namun melukai hingga relung hati
Kau berkata Kau.. hanya butuh keheningan
Melepaskan pengap dihati karena pengkhianatan
Kau bilang Kau.. bukan wanita lemah dalam kesakitan
Hingga pasrah dilanda risau dan galau, yang menyakitkan
Jika benar, buktikan kau mampu tengadah diantara jumawa-jumawa itu
Untuk sekedar mengulas senyum kelegaan
Bahwa hidupmu jauh lebih berharga untuk dihabiskan bersama sang pendusta
Palembang 22 Juli 2014
Oleh : Vera oktavianti