AKU JENUH UNTUK BERTAHAN
Oleh Nurul Fajriyah
Kekasihku,
ingatkah kau pada meja-meja kayu itu
lupakah kau pada kursi,jendela, dan pintu
yang saksikan awal dari cinta kita
yang membisikkan nada indah saat aku mengenalmu
Kekasihku,
siang dan malam tlah kita lewati
prahara telah kita hadapi
masihkah ada kerikil menancap dihatimu?
masihkah cintamu hanya untukku kekasihku?
Ajukanlah pertanyaan yang membuatmu meragu
ajukanlah
disetiap hela nafasku didalam aliran darahku
dan didasar jiwaku hanya ada dirimu
Sampai kapan kau masih ragu dan curiga
dimatamu aku lemah
dimatamu aku slalu salah
Bukankah setiap manusia memiliki batasan
batasan kemampuan didalam dirinya
aku melampaui batasanku untuk bertahan
menjaga keutuhan cinta dan hati kita
Taukah kau kekasihku
aku lelah dengan sikapmu
harusnya kau menyadari
aku jenuh untuk bertahan