PENGAKUANOleh Nina Afria Damayanti
Mulutnya mulai mengeluh
Dahinya mulai mengerut
Terkadang ia pun bergerutu
Aku melihat sosok itu
Aku menyaksikannya mengais 3 anak manusia
Aku melihat luka di setiap senyumnya
Tak bisa lagi ia berdusta ketika kami menatap wajahnya
Maaf..
Kami hanya meraung meminta seenaknya
Mengayomi dan menopang kehidupan kami hingga kini
Kau selalu menjadi rumah kami
Tapi lihat, sekarang kau sudah senja
Hanya terimakasih kata yang bisa ku ucap
Desiran ombak yang menghujam pasir di pantai
Takkan mampu menghapus luka di hatimu
Maaf atas segala noda yang kami tuliskan
Maaf atas segala perih yang kami bubuhkan
Bagiku, kau lah yang teramat berharga
Ibuku sayang