MENANTI TUHAN
Oleh Harun Khar
Dan wajah malampun menjadi pias
Hening di rintik air mata yang menyulam
Ketika sajadah tua dan tuan bersua
Layaknya jamak bagi yang ramai
Merangkul nyenyak yang melenakan
Duhai yang diberi peka
Mengapa tidak juga engkau bersegera
Walau tertatih meraih bejana
Membasuh mimpimu dengan air keberkahan
Alangkah sungguh beratnya
Lantas meraih sadar menanti Tuhan
Menyapa kita di penghujung malam