CINTAKU DI PUNCAK MENARA KLCCOleh Ina Al-Karimah Sai
'Kaulah Tugu Cita-Cintaku...
Pernah kubayangkan,
Keteguhan Tegakmu adalah Asa dari segala Rasa dalam Asmara.....
Namun entahlah,
Bagaimana akuu bisa ke Puncakmu?
Siang itu, di tangah tarik matahari, Aku sempat menoreh Syair di sela-sela bibirku..
"Dapatkah Kita Menempatkan Cinta di Puncaknya?"
"Kaulah Saksi Ikrar Dari Segala Rasa!"
Kuteriakkan secara berulang-ulang...
"Dengan Penuh Tekad Aku Harus Sampai di Puncakmu, Menempatkan Cinta Bersamanya....
Atau,
Aku Tegakkan Sendiri Bangunan Cinta Itu Bersamanya?!
Dengan Segala Ruh dan Jiwa Kami
Sehingga Tersusun Rusuk Bangunan Cinta Itu....."
Kucium bumi di antara tegaknya...
"Kau Angkuh!
Kau Laknat!
Kaulah yang Membawa Segala Niatku Hanya Dalam Sesaat.....!"
Aku Kalah!
Aku benar-benar tidak bisa menempatkan cintaku di puncaknya!
Bahkan,
Aku tidak bisa menyusun dinding-dinding rusukku!
Lumpuhnya aku dalam kesenyapan,
Tinggal puing-puing Masa Silau yang kukira Harapan
Bahkan.......
'Menyakitkan...........