Aku hanya merindukan sedikit masa laluku, tidak salah bukan ?
Mencoba mengingat ketika aku adalah seorang putri 'cinderella',
Ketika penyihir itu datang seketika kirimkan kebahagiaan, padaku
dan kemudian,
Ketika sepatu kaca cantik melekat pada kedua kakiku,
Ketika gaun yang kukenakan terlihat pantas di mungil badanku,
Ketika kedatanganku menarik perhatian banyak orang,
Lalu, pangeran tampan kebanggan istana menawarkan berdansa,
malam pun seketika syahdu untuk 'kita',
Ketika indah bulan pada malam itu yang disebut'nya' aku,
daaan, ahh ~ malam itu, ini pertamakalinya kita bertemu..
Hingga tatapanku terpaku pada jam tua milik Tuan Raja,
Seolah mengisyaratkan bahwa, Aku tak lagi memiliki banyak waktu,
Selanjutnya pagi datang memaksaku untuk lekas pergi, dan kembali dalam kehidupanku sebelumnya,
Ini bukan mimpi, hanya kebahagiaan singkat yang acap kali terlontar kalimat syukur,
hati ini merintih, entah harus bahagia atauu.. entahlah, urung aku untuk bahagia teramat sangat,
Malam itu, sayangnya, tepat ketika aku bergegas pergi, aku tetap mengenakan kedua sepatu kaca ini, sepatu yang sama...
Tanpa tertinggal, juga tanpa pernah ditemukan,
Mungkin saja tidak ada yang mencari, atau tiada yang peduli (lagi),
Itu artinya pangeran istana pun tidak mungkin mencariku, hmmm
Untuk apa mencari ?
Bisa saja hal ini justru akan membuatnya 'bosan' , baiknya bermain dengan kuda poni miliknya, atau menghabiskan waktu untuk berlatih perang,
Aku terdiam,
Kini sepatu kaca itu tersimpan rapi dalam etalase pemberian ayah,
dan malam itu pun tersimpan rapi dalam ingatan..
Sembari dalam hati berucap, mungkin saja suatu hari pangeran itu akan datang dan berniat mengukir kisah seperti 'dulu' tanpa peduli siapa aku, yang tidak semenawan dulu atau memiliki latar belakang menarik..
Walau sebentar saja, setidaknya aku menikmati .....