PASAR MALAM
Oleh Raja Setyawan
Hanya tinggal inikah yang tersisa?
dengan segala kemeriahan malam lalu.
tinggal inikah yang ada?
Tadi malam, di bawah pohon ini
ada arena lempar gelang
tepat sepelemparan batu didepannya
ada wahana kereta mini
aku berjalan melewati tiap los yang ada
mengikuti ke mana jiwa memanggil
berhenti sejenak di di bianglala
merenungi hidup yang berputar, persis seperti bianglala itu
mengingat tiap saat yang telah aku lalui selama ini
Berjalan disampingmu yang selalu terkagum
melihat irngan badut yang berniat menghibur tapi malah menakuti anak-anak
persis seperti setiap bebanmu
berdua berjalan sambil memakan arum manis
yang walaupun manis tapi tetap sedikit terasa pahit
bukankah kebahagiaanmu adalah cermin dari penderitaanmu?
Tidak lagi menghiraukan burung bulbul yang bersuara sendu
tak memperhatikan bulan yang seakan tampak mulai bosan
keegoisan kitalah yang sekarang berkuasa
menikmati tiap detik kebersaman ini
sampai kelak kita bertemu lagi
Mengumpulkan kenangan pasar malam bersama lagi,
meski telah habis sisa malam itu
tapi kenangan kita akan terus bersama
sekali lagi...
Jogja, Agustus 2012