REDUP
Oleh Farhan Bawazier
Diam disana sekejap saja tatkala ragu menyemu menjadi satu
Kalbu yang redup mengiring duka yg dalam
Hanya kamu dan aku meng-iyakan rindu pada beberapa garis kertas lusuh
Hinggap menyeruak di pelupuk mata
aku meraba hati yang kau rasa
mendengar kicau yang kau dengar
aku melantunkan derai air mata, selepas kau pergi hilang tak berbekas
redup, redup sekali temaram seperti cangkir kopi yang aku genggam
semua sunyi di sepertiga malam, larut mengusik bayang-bayang
hari ini aku pergi merajut mimpi kembali
tanpa aku bawa sebagian sisa yang luka
andai rasa itu pergi biarkan saja dia berjalan di tengah lautan, biar tenggelam di dasar samudera
setiap orang mengenang manisnya cinta, tawa dan air mata
biarlah itu semanis madu, tanpa harus di tepis menuju akhir
biarkan aku merenda mimpiku sendiri
walau hampir hilang dan mulai redup